Translate This Page

Warisan dari Jaman Batu


Gak pernah terbayang sedikitpun sebelumnya bahwa disebuah pulau kecil yang gw tapaki ini, gw menemukan sebuah souvenir yang berasal dari waktu yang sangat lalu. Souvenir yang diwariskan manusia batu pada Waktu yang pernah terlewat jutaan tahun lalu…. Ini bukanlah sebuah tembikar kuno, harta karun atau benda berwujud lainnya. Souvenir yang satu ini sangatlah unik, dan tidak seharusnya masih ada di zaman yang gw jalani sekarang..

” Warisan dari zaman batu, pola hidup prasejarah yang hanya mengutamakan naluri dan kepuasan tanpa melibatkan akal dan etika”

Tual, 9 April 2010
Nyawa gw belum 100% terkumpul dari tidur ketika gw dengar kabar bahwa kompleks tinggal gw akan diserang oleh kampung lain siang nanti. Sejenak gw menengok tetangga yang rumahnya ramai didatangi wanita dan anak-anak yang mencari tempat berlindung dari kemungkinan serangan yang akan segera terjadi…

Sore hari pun tiba ketika gw dengar suara teriakan didepan rumah sebagai isyarat bahwa serangan sudah dimulai, tiang listrik pun dipukul bertalu-talu untuk mengumpulkan manusia-manusia yang siap menumpahkan darah mereka dijalan…
Seorang teman spontan menghalangi gw ketika gw berniat untuk mengambil gambar dengan alasan terlalu berbahaya. Tapi, adrenalin gw terpacu, darah ini mendorong gw untuk terlibat dalam serangan itu. Ketika itu, parang tajam seolah bagai pena yang harus dibawa seorang siswa ketika hendak ikut ujian. Batu, tombak dan mata panah melayang ringan saling berbalas diselingi suara teriakan “ Maju..maju .. ” .
Beberapa polisi dengan senapan lengkap turut meramaikan sore itu dengan peluru karet ke udara. Dan gw pun langsung bergabung dijalan dengan kamera standby mengambil gambar...

Dan ketika itulah gw menemukan sebuah souvenir yang berasal dari zaman lampau. Souvenir yang dititipkan oleh manusia batu kepada mereka. Souvenir yang seharusnya sudah musnah namun tetap melekat dan terjaga dari dulu hingga sekarang ditanah ini, tanah yang gw tapaki saat ini...
Manusia-manusia batu telah memberi mereka sebuah warisan. Warisan yang disimpan dan dipertahankan dalam akal dan pikiran mereka. Warisan yang berupa prikehidupan kelam atas sikap dan perilaku prasejarah mereka yang tak berakal. Bagaimana tidak??
Mereka dengan mudahnya saling serang, saling merugikan satu-sama lain hanya karena dorongan ambisi dan kesenangan belaka.

Namun ditanah yang gw tapaki ini, hal itu seolah menjadi cermin yang menunjukkan secara gamblang bahwa sebenarnya bukan hanya pada mereka warisan dari zaman batu ini diberikan. Karena, kita semua pun turut mendapatkan warisan ini...



Jika sejenak kita berpikir dan jujur terhadap diri kita, maka kita kita akan sadar bahwa manusia batu benar-benar telah mewariskan sikap, prilaku dan pola pikir mereka kedalam otak kita. Tak jarang kita sering menjadi budak dari ambisi, budak dari keegoan kita, budak dari sikap seenaknya dan tak acuh yang sering kita lakukan. Dan warisan itu tetap tersimpan dalam diri kita. Hingga pada akhirnya semua itu tergantung kepada kita, apakah kita akan menggunakan warisan itu dalam tiap-tiap pola prilaku kita atau membuangnya, atau bahkan kita wariskan kembali kepada anak cucu kita..??
Dan keputusan itu ada di tangan kita sepenuhnya..


Description: Warisan dari Jaman Batu Rating: 4.5 Reviewer: F. G. Ramadhan - ItemReviewed: Warisan dari Jaman Batu

0 komentar:

NO SPAM, SPAMER'S AKAN SECARA OTOMATIS TERHAPUS DARI FORM KOMENTAR, TERIMAKASIH !