Translate This Page

Kisah Nyata : Seorang pria membaca berita tentang kematiannya sendiri


        Banyak sekali orang yang mendapat kesempatan berharga untuk mengalami mukjizat dalam hidupnya. Mungkin tuhan juga punya alasan tersendiri untuk menunjukkan sebagian dari keagungannya kepada umatnya. Sebagai seseorang yang mempunyai relasi luas dan sibuk, ia selalu menyempatkan diri untuk membaca kolom pengumuman termasuk juga kolom berita kematian. Tiba-tiba matanya membaca sebuah berita, berita yang sangat mengejutkan dan membuat bulu kuduknya merinding. Ia sedang membaca berita kematiannya sendiri..!

        Pria ini terhenyak, ia lalu bertanya kepada dirinya sendiri, apakah ia masih hidup? Apakah saat ini ia ada di dunia atau di alam baka? Saat ia menyadari bahwa ada sebuah kesalahan dalam berita ini, mungkin karena memiliki nama yang sama, pastilah redaksi koran ini telah melakukan kesalahan. Namun karena rasa penasaran ia pun melanjutkan membaca berita tersebut. Ia ingin tahu apa tanggapan orang mengenai dirinya.
        Dalam artikel itu ia disebut dengan panggilan 'raja dinamit' telah wafat. Pada bagian lain ia juga disebut sebagai 'partner dewa kematian'. Ia terkejut bukan kepalang, apakah seperti ini dirinya akan dikenang oleh orang-orang?
      Kejadian ini membuka pikirannya, ia lalu memutuskan bahwa ia tidak ingin dikenang seperti itu. Ia bertekad mulai saat itu juga ia akan berjuang demi kedamaian dan kemanusiaan. Begitulah akhirnya, pria yang bernama Alfred Nobel ini dengan tekadnya ia berusaha hingga pada akhirnya namanya diabadikan dalam hadiah penghargaan tertinggi dibidang perdamaian  (Nobel Prizes).

Bagaimana dengan kita?
Seperti apa kita ingin dikenang oleh orang-orang yang akan kita tinggalkan?
Warisan apa yang akan kita sumbangsihkan demi mashlahat umat banyak?
Apakah orang-orang akan mengingat kita dengan penuh cinta dan rasa hormat?
Hidup ini hanya satu kali kawan...
Kesempatan yang terlewat, tak dapat kita ulang..
Mari kita bersegera lakukan kebaikan, mulai saat ini juga..!      

      Hidup ini terlalu berharga, jika kita hanya menjalani 'gaya hidup bertahan saja' dalam jangka waktu lama. Kadang-kadang kita memang mengalami masa-masa sulit. Masalah datang silih berganti. Ekonomi yang jatuh, bisnis yang melambat, kesehatan yang melemah, dan hubungan yang mungkin mengalami masa-masa sulit.
     Buatlah keputusan, bahwa apa pun yang menimpa Anda, betapa pun sukarnya, betapa pun tidak adilnya, Anda akan melakukan lebih banyak lagi dari sekedar hanya bertahan hidup. Anda akan berkembang pesat walaupun semua itu terjadi. Ibarat sebuah musim kemarau yang berganti dengan musim hujan. Allah pun telah menyiapkan sebuah musim baru untuk Anda. Allah memiliki hal-hal luar biasa untuk Anda di masa depan. Allah memiliki pintu-pintu baru yang ingin Anda membukanya. Ia menginginkan kehidupan Anda lebih baik daripada sebelumnya. 
     Mentalitas bertahan hidup hanya akan menghalangi Anda mencapai hal terbaik dari Allah. Jika harapan Anda selalu kurang, Anda pun akan mendapatkan yang kurang. Tetapi jika Anda berharap berkah yang lebih besar lagi, Allah akan meningkatkan hidup Anda dengan cara yang lebih hebat lagi.
     Apa yang terjadi pada kita, seburuk apapun itu, tidak akan menghalangi kekuasaan-Nya. Tetapi terkadang pikiran kitalah yang justru menghalangi kekuasaan Tuhan pada kita. 

Tetaplah beriman.. 
Yakinlah Allah akan memberikan hanya yang terbaik untuk kita..
Pada waktu yang tepat dengan cara yang terindah.. !


"Orang-orang yang luar biasa bertahan dalam situasi yang sangat sulit,
dan karena itu mereka menjadi semakin luar biasa"
                                                                 - Robertson Davies -




Description: Kisah Nyata : Seorang pria membaca berita tentang kematiannya sendiri Rating: 4.5 Reviewer: F. G. Ramadhan - ItemReviewed: Kisah Nyata : Seorang pria membaca berita tentang kematiannya sendiri

0 komentar:

NO SPAM, SPAMER'S AKAN SECARA OTOMATIS TERHAPUS DARI FORM KOMENTAR, TERIMAKASIH !