Translate This Page

Baik dan Buruk dari Onani / Masturbasi

Masturbasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sengaja pada organ kelamin untuk memberikan rangsangan dan kenikmatan seksual tersendiri bagi yang melakukannya. Istilah masturbasi sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “manasturbo” yang artinya rabaan atau gesekan dengan tangan (manu), atau dapat diartikan sebagai penyalahgunaan yang menggunakan tangan. Nama lain dari Onani/Masturbasi yang populer dikalangan remaja antara lain coli atau ngocok, atau istilah yang lebih halus seperti “menikahi tangan sendiri”.



      Terlepas dari asal-usul kata masturbasi dan bagaimana cara penyebutannya, masih timbul berbagai kontroversi perihal masturbasi. Onani/Masturbasi berada pada beberapa sudut pandang yang masih bersebrangan, yakni antara dosa dan kebutuhan. Dari sudut pandang agama saja ada perbedaan tentang aturan hukum dari masturbasi ini. Hal ini mengingat bahwa masturbasi itu bukanlah perbuatan yang mulia dan dengan sendirinya menunjukkan kekalahan si pelaku dari godaan terhadap keinginan nafsu birahi (baca disini). Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang kebutuhan, maka masturbasi ini akan dianggap merupakan kebutuhan biologis yang dapat memenuhi hasrat/rangsangan seksual seseorang.

Bagus atau tidak Masturbasi itu jika dilihat dari sudut pandang kesehatan?
      Beberapa penelitian mengatakan, efek positif masturbasi lebih banyak ditemukan pada wanita dan efek negatif masturbasi lebih sering ditemukan pada pria. Masturbasi bertujuan untuk mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual tanpa bersenggama. Namun, masturbasi tidak memberikan kepuasan yang sesungguhnya. Berbeda dengan melakukan senggama yang dilakukan dengan orang yang berlawanan jenis. Mereka mengalami kesenangan, kebahagiaan, dan keasyikan bersama-sama. Pada masturbasi satu-satunya sumber rangsangan seksual adalah khayalan diri sendiri. Karena itulah suatu gambaran erotis akan tercipta didalam pikiran. Masturbasi sendiri merupakan rangsangan yang bersifat lokal pada organ erektil.
      Sebuah penelitian mengungkap bahwa 95 persen pria dan 89 persen wanita dilaporkan pernah melakukan masturbasi. Hal ini adalah perilaku seksual pertama yang dilakukan oleh sebagian besar baik pria dan wanita, meskipun banyak juga wanita daripada pria yang telah melakukan senggama bahkan sebelum mereka pernah melakukan masturbasi.
         Masturbasi sendiri memiliki keuntungan dan kekurangan. Jika merujuk pada penelitian-penelitian yang dilakukan beberapa lembaga kesehatan diluar negeri. Mari kita bahas keuntungan dulu. Pertama pada masturbasi, orgasme lebih cepat didapatkan. Kedua masturbasi bisa memperbaiki mood. Kenapa? Dengan masturbasi, maka perhatian tidak akan teralih, dan bisa lebih terfokus tanpa perlu memastikan pasangan juga menikmati atau tidak. Masturbasi juga membantu meringankan emosi depresif karena saat masturbasi, dopamin dan epinefrin dalam tubuh meningkat. Kedua hormon ini bisa membuat mood lebih stabil, efek yang sama seperti rangsangan yang berasal dari narkoba. Ketiga masturbasi bisa membuat rileks dan memperbaiki stress. Keempat masturbasi dapat mengurangi nyeri haid, maupun migrain karena saat masturbasi tubuh mengeluarkan substansi yang dinamakan endorphin yang merupakan senyawa morfin alami yang dikeluarkan tubuh. Kelima, masturbasi juga bisa mencegah infeksi saluran kemih dan serviks karena saat masturbasi proses peregangan dan penarikan lendir di leher rahim, memungkinkan untuk meningkatkan derajat keasaman (PH) dalam cairan serviks. Hal ini meningkatkan jumlah bakteri baik (flora normal) dan lebih banyak cairan berpindah dari leher rahim ke dalam introitus vagina. Lalu terakhir, masturbasi dapat mengatasi insomnia secara alami, dengan produksi hormon yang bisa melepaskan ketegangan seperti dopamin yang berfungsi memberikan kenyamanan dan produksinya meningkat ketika orgasme. Setelah itu, hormon oksitosin dan endorfin juga dilepaskan, yang efeknya membuat  seseorang merasa hangat dan tidur nyenyak.
       Lalu apa efek masturbasi jika dilakukan secara berlebihan, masturbasi yang dilakukan berlebihan akan menimbulkan suatu hal yang namanya kompulsif atau kecanduan seks. Onani/masturbasi ini juga memberikan efek buruk seperti menurunnya daya konsentrasi, suka melamun dan berfikir cabul. Selain itu masturbasi yang terlalu sering dan terlalu kasar juga dapat memberikan perlecetan pada mukosa jaringan lain disekitar organ genital karena penggunaan tangan ataupun penggunaan alat.



Description: Baik dan Buruk dari Onani / Masturbasi Rating: 4.5 Reviewer: F. G. Ramadhan - ItemReviewed: Baik dan Buruk dari Onani / Masturbasi

1 komentar:

NO SPAM, SPAMER'S AKAN SECARA OTOMATIS TERHAPUS DARI FORM KOMENTAR, TERIMAKASIH !