Translate This Page

Ketika Harus berkata ‘WOW’ dibidang Pendidikan



Teringat oleh salah satu iklan provider seluler yang hobinya KOPROL sambil bilang WOW, ternyata dalam hidup ini dapat kita temukan banyak fenomena sosial yang merangsang reflex kita untuk berkata “Woow..” walau tanpa gerakan koprol.
Dibawah ini hanyalah kisah fiksi tentang fenomena sosial yang mendorong  saya untuk berkata “WOW..”

                                                                           ************

Alkisah seorang rakyat bertanya kepada presidennya, :”Pak, bagaimana cara bapak untuk dapat mencerdaskan bangsa, sementara kami untuk menyekolahkan anak saja tidak punya biaya??

Mendengar pertanyaan itu, Pak Presiden pun menjawab dengan bijak :”Kami akan anggarkan 20% APBN untuk Pendidikan..!"


Dibelahan dunia lain, disebuah daerah antah-berantah, dalam sebuah rapat, perwakilan wali murid mengeluh kepada Pak Kepala Sekolah,

Wali Murid :” Bapak, kami keluarga miskin, makan saja susah, tapi kok kami gak kebagian dana BOS untuk anak kami ?”
Mendengar pertanyaan itu, Pak Kepala Sekolah pun menjawab dengan santai,:”Haduh, maaf bu.. kami memahami kesulitan ibu, namun ibu juga harus memahami bahwa anggaran yang dimiliki Negara ini untuk pendidikan sangatlah terbatas..!”
Wali Murid:” Lho, bukannya anggaran Negara untuk pendidikan itu sangat besar pak?, Apakah masih kurang?”
Pak Kepala Sekolah yang kelabakan menanggapi pertanyaan wali murid akhirnya meminta tanggapan dari Pak Mentri
Pak Mentri :”Memang betul ibu, anggaran untuk pendidikan itu sebesar 20% APBN atau sekitar 200 Trilyun,  namun anggaran itu kan digunakan  untuk banyak hal, Sertifikasi Guru saja menyerap anggaran sampai 110 Trilyun, jadi ibu mohon maklum..!”
Wali Murid:”maklum Pak..?? Hanya itu saja jawaban yang bisa bapak berikan?"
Pak Mentri:”Terus, apa yang anda mau?  Gua harus koprol sambil bilang WOW gituh??”
Wali Murid : “Bapak Mentri cukup bilang WOW saja, biar saya yang KOPROL..!”

Tak jauh disekitar ruang rapat, beberapa guru sedang beristirahat dan berdiskusi:
Guru honorer A:”Gaji kita bulan ini bakal keluar gak yaa?”
Guru honorer B:”haduh, bingung juga nieh.. biarpun gaji keluar  tetep aja gak bisa nutupin utang bekas bulan kemarin..! “
Lalu datanglah beberapa guru lainnya yang ikut dalam diskusi,
Guru PNS A :”Jeng, rapelan Sertifikasi ntar mo beli apa enaknya yak?”
Guru PNS B:”Haduh, bingung juga cyiint.. udah beli HP, Motor, ma Perhiasan, tapi belom abis-abis juga duitnya..!”
Mendengar obrolan guru PNS itu, kedua guru honorer pun sadar diri.
Guru honorer A berkata ke honorer B : “Sudah, mendingan situ sekarang “KOPROL”, biar saya yang bilang  “WOW”
Guru honorer B :”Lebih baik kita berdua koprol sambil bilang “WOW...

                                                                              ************



Anda tidak perlu bilang WOW apalagi sambil KOPROL karena cuplikan diatas hanyalah fiksi semata dengan tujuan murni BERCANDA, namun catatan dibawah ini adalah kumpulan beberapa fakta tentang Pendidikan di Indonesia:




1. Di tahun 2010. APBN kita besarnya Rp 1.000 triliun, sedangkan 20 persennya untuk anggaran pendidikan yang jumlahnya Rp 200 triliun. Tapi Rp 110 triliunnya untuk sertifikasi guru, dan Rp 30 triliun untuk pendidikan di bawah Kementerian Agama, dan sisa anggaran untuk pendidikan nasional hanya Rp 45 triliun.


2. Dalam APBN, Anggaran negara yang diperuntukan bagi dunia pendidikan tahun 2013 adalah Rp.310,8 Trilyun.

3. Berdasarkan laporan Education for All Global Monitoring Report yang dirilis UNESCO 2011, tingginya angka putus sekolah menyebabkan peringkat indeks pembangunan rendah. Indonesia berada di peringkat 69 dari 127 negara dalam Education Development Index. Sementara, menurut laporan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan, setiap menit ada empat anak yang putus sekolah.

4. Lebih dari 1,5 juta anak tiap tahun tidak dapat melanjutkan sekolah. Sementara dari sisi kualitas guru dan komitmen mengajar terdapat lebih dari 54% guru memiliki standar kualifikasi yang masih rendah dan 13,19% bangunan sekolah dalam kondisi perlu diperbaiki.

5. Distribusi Guru tidak merata. 21% sekolah di perkotaan kekurangan Guru. 37% sekolah di pedesaan kekurangan Guru. 66% sekolah di daerah terpencil kekurangan Guru dan 34% sekolah di Indonesia yang kekurangan Guru. Sementara di banyak daerah terjadi kelebihan Guru. (Sumber: Teacher Employment & Deployment, World Bank 2007 )

6. Sebaran indeks kualitas Guru di Indonesia setengah nilai maksimal indeks dimana nilai maksimal adalah 11. (Sumber: Analisis Data Guru 2009, Ditjen PMPTK 2009)

7. Ditahun 2013, Pemerintah berencana melakukan rehabilitasi sekitar 23.000 ruang kelas SMA/SMK yang rusak berat, dan sebanyak 30.350 ruang kelas SD/SMP yang rusak sedang. Dengan anggaran pendidikan itu, Pemerintah juga akan melanjutkan penyediaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) bagi sekitar 14,3 juta siswa/mahasiswa, dan memberikan beasiswa prestasi bagi sekitar 220 ribu siswa/mahasiswa. Semoga saja. (sumber: Pikiran Rakyat)
Description: Ketika Harus berkata ‘WOW’ dibidang Pendidikan Rating: 4.5 Reviewer: F. G. Ramadhan - ItemReviewed: Ketika Harus berkata ‘WOW’ dibidang Pendidikan

1 komentar:

NO SPAM, SPAMER'S AKAN SECARA OTOMATIS TERHAPUS DARI FORM KOMENTAR, TERIMAKASIH !