Translate This Page

Embal, Panganan Unik Maluku Tenggara

Berbicara seputar kuliner khas dari maluku tenggara, ada sebuah makanan yang sebenarnya dulu merupakan makanan pokok bagi masyarakat sekitarnya.

Embal
                Makanan yang berbahan dasar singkong ini, setelah diolah dapat disajikan dalam berbagai macam varian menu. Bisa disajikan sebagai cemilan, teman minum kopi, atau makanan utama pengganti nasi. Embal itu sendiri terbuat dari singkong, tapi bukan singkong yang umum kita makan, melainkan singkong karet. Lho, bukankah singkong karet itu pahit dan tak bisa dimakan? Disitulah uniknya makanan yang satu ini. Tapi tenang, embal sudah diolah sedemikian rupa, sehingga tidak berasa pahit dan tidak akan bermasalah bagi pencernaan kita. Bahkan dahulu masyarakat maluku tenggara menjadikan embal sebagai makanan pokok mereka, dan hingga saat ini  masih menjadikannya sebagai makanan alternatif mendampingi nasi.
Wilayah Maluku Tenggara yang didominasi batuan karang menjadikan tanahnya kurang subur untuk bercocok tanam, dan membuat tidak tersedianya lahan yang bisa digarap untuk ditanami padi. Karena singkong karet ini mampu tumbuh dilahan yang sulit, akhirnya tidak pilihan selain menjadikannya sebagai sumber pangan. Tapi sebelum dapat dimakan, singkong karet ini harus menjalani pengolahan yang lama hingga pada akhirnya menjadi embal. Proses pembuatan embal sendiri  hampir serupa dengan proses pembuatan sagu, bedanya jika yang diambil dari sagu itu adalah sarinya, maka yang diambil dari embal ini adalah ampasnya. Maka dari itu, sebagian masyarakat  lainnya disekitar Maluku lebih mengenal embal dengan nama ampas sagu, walaupun bukan berasal dari pohon sagu.

andrikonotosusanto.blogspot

Singkong karet yang sudah dipanen, lalu dikupas dan dibersihkan. Setelah itu, diperas kembali untuk menetralisir kandungan racun (rasa pahit) yang terdapat pada singkong karet. Bahan yang sudah berupa embal mentah ini diperas berhari-hari sedemikian rupa hingga tidak ada kandungan air didalamnya. Setelah saripatinya terbuang melalui proses pemerasan, barulah embal ini dijemur kembali. Dan setelah kering, embal mentah ini sudah bisa kita olah menjadi berbagai varian menu. Beberapa produk embal yang populer di kalangan masyarakat disini diantaranya adalah embal lempeng, embal soami, dan embal bubuhuk. Masyarakat di daerah Pulau Kur juga menjadikan embal ini sebagai bahan makanan khas dari daerah itu, yang disebut Klutak-Klutak.

Embal Lempeng / Embal Bunga
                Makanan berbahan dasar embal ini biasanya dijadikan cemilan oleh masyarakat sekitar. Embal bunga dibuat dari embal mentah yang dicetak sedemikian rupa dalam bentuk lempengan yang menyerupai bunga. Cemilan kering ini sangat nikmat bila ditemani oleh secangkir teh atau kopi. Modifikasi dari embal bunga / embal lempeng sekarang ini adalah embal kacang yang juga dikombinasikan dengan berbagai varian rasa, seperti rasa coklat dan rasa keju, atau rasa-rasa lainnya. Produk ini sekarang menjadi icon buah tangan dari Kota Tual / Kab. Maluku Tenggara.



Embal Soami
                Bagi anda wanita dewasa yang kesulitan mencari pendamping hidup, mungkin anda tertarik untuk berkunjung ke Tual, karena disini anda bisa memperoleh suami hanya dengan datang ke pasar dan bermodal uang 5ribu saja (hehehe..bercanda). Ini “Soami” bukan “suami”, sebuah plesetan kata favorit saya disini. Embal Swami adalah varian embal yang paling banyak dan umum di konsumsi sebagai makanan pokok pengganti nasi. Proses pembuatannya itu sendiri adalah dikukus dan dicampur dengan parutan kelapa. Makanan yang satu ini memiliki bobot karbohidrat yang lebih padat dibandingkan dengan nasi.

Embal Bubuhuk
                Varian yang satu ini  seperti soami, namun proses pengolahannya adalah dengan digoreng. Sangat serasi jika disandingkan dengan Ikan bakar, apalagi ditemani sambal colo-colo, beuh..mantap suudah.

gudangmasakan.blogspot

Pisang Embal
        Yang satu ini lah yang jadi favorit saya. Pisang embal itu sendiri sama seperti pisang goreng, namun adonan pembalutnya bukanlah tepung terigu seperti pada umumnya, tetapi diganti dengan embal. Sensasi krenyes-krenyes chrispy ala tepung embal dipadu dengan manis dan lembutnya buah pisang menambah kenikmatan cemilan yang satu ini, apalagi jika disantap dalam keadaan masih hangat. Dan walaupun sudah dingin, pisang embal ini tidak menjadi lembek seperti pisang goreng pada umumnya, tapi tetap saja renyah diluar, namun lembut didalam. Pisang embal itu sendiri biasanya disajikan dengan sambal, menambah sensasi citarasa yang luar biasa.

Pisang Embal @catatanpudar


Citarasa Embal
                Dari tadi saya bicara tentang embal tetapi tidak menggambarkan seperti apa rasa embal itu.  Pada dasarnya embal itu memiliki rasa yang tawar, namun menu pelengkapnyalah yang memberikan sensasi unik pada citarasa embal ini. Dengan berbahan dasar singkong, mungkin anda sudah bisa mendapat gambaran tentang rasa dari embal ini. Bagi orang jawa, mungkin anda mengenal makanan yang namanya gaplek, atau orang sunda yang mengenal jajanan dengan nama katimus (tapi katimus yang ini gak pake gula). Rasa dari embal itu sendiri tak jauh berbeda seperti gaplek atau katimus diatas.

Keunikan Embal
                Embal, Tak hanya menjadi makanan pokok masyarakat disini karena alasan kondisi alam, tetapi juga karena sesuai dengan selera dan kebutuhan masyarakatnya. Uniknya embal ini adalah porsinya yang mengembang dalam pencernaan ketika bercampur dengan air yang kita minum. Hal itu memberikan efek kenyang yang tahan lama dan dapat berulang. Jadi bagi masyarkat disini, sebelum mereka pergi berladang atau melaut, mereka sarapan dahulu dengan makan embal ini, dan ketika siang hari tiba, mereka hanya cukup meminum air, embal pun kembali mengembang dan memberikan efek kenyang. Mantap bukan? Tapi ada satu pengalaman unik tentang embal yang pernah saya alami sendiri beberapa waktu lalu. Jadi begini ceritanya:
Suatu hari seorang kawan membawakan embal untuk saya. Saya belum pernah makan embal sebelumnya, dan embal yang satu ini merupakan embal spesial hasil racikan anak muridnya yang sedang bereksperimen kuliner pada sebuah mata pelajaran disekolahnya. Ditangan anak muridnya ini, embal swami mereka sulap menjadi sebuah kue yang dipadu dengan rasa coklat dan potongan kacang kenari. Wah, sepertinya enak, pikir saya. Saya ambil satu potong lalu memakannya, ternyata memang enak. Tanpa ragu, akhirnya kembali saya ambil dua sampai tiga potong kue berikutnya.
Jam makan malam pun tiba, tak ingat dengan kue yang sempat saya makan tadi, saya kembali melahap satu porsi nasi padang dengan mantap. Masalah baru muncul ketika saya minum air setelah makan. Embal yang tadi sore saya makan ternyata baru bereaksi, dan mengembang diperut saya. Saya tidak mengada-ngada atau mendramatisir keadaan, tapi saat itu perut saya serasa mau pecah, menggelembung dan mengeras. Sakit di lambung sampai ke tulang punggung,  dan kucuran keringat dingin langsung mendera raga. Repotnya lagi saya tidak bisa tidak bisa memaksa untuk mengeluarkan apa yang sudah masuk kedalam perut saya. Jangankan untuk jongkok, bernafas saja saya sudah kesulitan.
Kawan saya yang melihat kondisi saya yang seperti itu tak lantas tertawa, karna ia tahu bahwa yang saya alami itu adalah masalah serius. Inilah kondisi yang dia istilahkan sebagai keracunan embal. Dia berkata bahwa saya terlalu banyak makan embal dan lupa minum air, sehingga ketika minum, baru lah embal itu mengembang dan memenuhi sistim pencernaan saya. Sebagai penghibur, dia menceritakan kisah beberapa orang lainnya yang mengalami kondisi yang sama seperti saya. Saya pun hanya bisa menghabiskan malam itu dengan kegelisahan dan penderitaan (alay). Barulah tiga hari kemudian, saya merasa bahwa pencernaan saya mulai stabil.
Tapi kejadian yang pernah saya alami itu tak lantas membuat saya kapok dengan makanan yang satu ini. Ini hanya masalah adaptasi, perut saya hanya belum mengenal embal ini, dan setelah berkenalan, saya pun cukup akrab dengan makanan unik ini. Bahkan embal sangat sesuai untuk menyokong hobi begadang saya, tak ada lagi  istilah lapar ditengah malam jika sudah ditemani oleh embal… 



                 
Description: Embal, Panganan Unik Maluku Tenggara Rating: 4.5 Reviewer: F. G. Ramadhan - ItemReviewed: Embal, Panganan Unik Maluku Tenggara

0 komentar:

NO SPAM, SPAMER'S AKAN SECARA OTOMATIS TERHAPUS DARI FORM KOMENTAR, TERIMAKASIH !